Asal usul Kota Demak
Menurut KRT Honggo Maulana, “Demak” jelas berasal dari bahasa arab, karena sejak abad ke-7 Agama Islam telah masuk ke wilayah Majapahit. Kadipaten Demak adalah satu-satunya wilayah Majapahit yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam. Menurut cerita tutur, kata “Demak” berasal dari peristiwa Nyai Lembah yang berasal dari Rawa Pening, lesungnya terdampar di muara Sungai Tuntang. Untuk mencari penyebab terdamparnya lesung tersebut, Nyai “demak-demek“ (istilah bahasa Indonesia Meraba-raba) di dasar sungai. Dari kata demak-demek itulah muncul nama Demak. Tentang kata “Demak” yang lebih menarik adalah berdasarkan sumber prasasti yang berasal dari zaman Majapahit, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Nama Demak telah disebut sebagai salah satu dari 33 pangkalan dari jaringan lalu lintas air pada masa itu. Demak merupakan Kasultanan ketiga di Nusantara atau keempat di Asia Tenggara. Ibukotanya Demak yang sekaligus digunakan sebagai pusat pemerintahan dan pusat penyebaran agama Islam yang diprakarsai oleh para Wali (Wali Songo). Ketika orang Portugis datang ke Nusantara, Majapahit yang agung sudah tidak ada lagi. Menurut catatan pada tahun 1515 Kasultanan Bintoro sudah memiliki wilayah yang luas dari kawasan induknya ke barat hingga Cirebon. Pengaruh Demak terus meluas hingga meliputi Aceh yang dipelopori oleh Syeh Maulana Ishak (Ayah Sunan Giri).Kemudian Palembang, Jambi, Bangka yang dipelopori Adipati Aryo Damar (Ayah Tiri Raden Patah) yang berkedudukan di Palembang, dan beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Kotawaringin (Kalimantan Tengah).
Komentar
Posting Komentar